Permasalahan di Sektor Ekonomi Indonesia
Menurut
Presiden “dalam sistem ekonomi kapitalisme belum terdapat unsur keadilan” Maka
dari itu pada saat masa pemeritahannya beliau tidak menyerahkan sepenuhnya
ekonomi ke mekanisme pasar. Bapak Presiden yang biasa dipanggil ‘SBY’ ini
mengungkap bahwa beliau berkeyakinan kuat untuk tidak akan menyerahkan ekonomi
sepenuhnya ke pasar. Menurutnya, kondisi pasar belum terlalu bagus untuk
menjalankan tugas berat tersebut. Dan bisa dilihat dimana pun contohnya apabila
strategi itu diterapkan pasti akan menemui kegagalan. Pernyataan tersebut
diutarakan saat bersilatuhrahmi dengan Pengurus Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, pada hari
Senin 4 November 2013.
Tetapi
beliau menyadari ekonomi akan menjadi lebih efisien apabila diserahkan ke
mekanisme pasar.Dengan begitu aktifitas monopoli akan sulit terjadi. Seperti
dihadapkan pilihan yang sulit, langkah bapak Presiden saat itu juga bukan tanpa
kekurangan. Karenanya disini perlu keseimbangan antara pemerintah dengan
mekanisme pasar. Dimana pemerintah bertugas
mengatur regulasi, meningkatkan infrastruktur dan mendorong pelaku pasar
sehingga tercipta kesinambungan diantara kedua belah pihak.
“Asal kita
saling bekerja sama, kestabilan harga, pangan, energi, dan lain - lain pasti
dapat tertangani dengan baik,” kata orang nomor satu saat itu.
Setelah
acara diskusi masalah polemik Upah Minimum Provinsi pada hari Sabtu 2 November
2013 di Jakarta, dia kembali mengatakan
bahwa “tim kerja ekonomi pemerintah merupakan tim ekonomi penakut”. Namun
disamping itu, ia juga menambahkan “rakyat
tidak bisa serta merta menyalahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono”. “Formula
pembenahan ekonomi saat ini tidak relevan lagi.” Ungkap Ketua Komite Tetap
Kamar Dagang dan Industri tersebut.
Disisi lain,
sebagian pihak menyayangkan beberapa kebijakan pemerintah terhadap devisa bebas.
Hal ini kemudian dipakai menjadi penyebab dibalik ketidakstabilan nilai tukar
rupiah saat ini. Akibatnya berdampak tehadap harga barang kebutuhan dari sektor
komoditi impor yang kian melonjak tajam. Dari beberapa keterangan diatas
seharusnya segenap bangsa Indonesia segera sadar dan berbenah. Mulai dari
pemerintah, pelaku bisnis dan semua rakyat diminta bahu - mambahu menyelesaikan
masalah yang paling menjadi momok negeri ini, yaitu sektor ekonomi.
Sumber:Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar