Ada dua macam teori, teori umum dan teori khusus.
Teori umum adalah suatu pernyataan apabila ia benar maka ia benar secara universal. Sebuah Generalisasi adalah merupakan teori yang bersifat umum, demikian juga sebuah penjelasan (explanation) manakala ia berlaku bagi semua peristiwa, keadaan, waktu dan tempat sesuai permasalahan yang diterangkanya. Pernyataan seperti : Apabila semua keadaan lain tetap, bertambahnya permintaan akan menaikkan harga barang. Bertambahnya penduduk itu menurut deret ukur sedangkan bertambahnya makanan seperti deret hitung.
Teori Khusus adalah teori yang berkaitan dengan sejumlah fakta-fakta partikular tertentu. Ia berusaha untuk menjelaskan fakta-fakta itu dalam hubunganya yang satu dengan yang lainnya. Ia harus sesuai dengan fakta-fakta yang diketahuinya, tetapi juga harus berhasil mengidentifikasikan beberapa fakta atau sejumlah fakta yang selama itu belum diketahui.
Contoh Soal:
Bila seorang dokter setelah memeriksa tubuh seorang pasien ia menetapkan bahwa pasienya menderita sakit ini dan untuk mengobatinya dengan cara begini, maka ia membuat teori yang bersifat khusus. Seorang pedagang yang mengetahui dagangannya merosot akan berusaha mencari sebabnya. Apa yang menyebabkan berkurangnnya langganan dan bagaimana hal itu diatasi. Maka kemudian ia menganalisa untuk menemukan sebab kemerosotan bisnisnya. Kemudian ia membuat teori yang tepat bagi semua fakta yang berkaitan serta teori bagaimana yang seharusnya dikerjakan untuk mengatasi kemrosotan itu. Teori yang diambilnya adalah teori khusus karena berusaha memecahkan masalah yang khusus dan hanya dapat diaplikasikan untuk masalah ini saja.
Setiap teori selalu bermula dari hipotesis. Keduanya tidak ada perbedaan prinsip, kecuali hanya graduasi saja. Hipottesis juga merupakan interpretasi dari fakta ia juga disusun berdasarkan fakta, tetapi kebenaranya belum diuji, sedangkan teori kebenranya telah teruji. Oleh karena itulah maka dalam arti kasar, teori mencakup juga hipotesis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar