Selasa, 15 Januari 2019

Pengantar bisnis bab II


Selecting a Form of Business Ownership(Memilih Bentuk Kepemilikan Bisnis)

Sasaran Pembelajarannya adalah:
  1. Menjelaskan bagaimana pemilik bisnis memilih bentuk kepemilikan usaha. 
  2. Menjelaskan metode-metode kepemilikan usaha. 
  3. Menjelaskan bagaimana pemilik bisnis dapat mengukur performan bisnisnya.

Tiga bentuk kepemilikan perusahaan yaitu:
  1. Perseorangan (Sole Proprietorship)
  2. Persekutuan (Partnership)
  3. Perseroan (Corporation)
Kepemilikan Perseorangan (Sole Proprietorship)
Perusahaan yang dimiliki seorang pemilik. Memiliki 4 sifat, yaitu:
  1. Pemilik tunggal. 
  2. Menanggung seluruh tanggung jawab. 
  3. 70% dari firma di USA.
  4. Menghasilkan kurang 10 % dari seluruh penghasilan usaha.
Kepemilikan Perseorangan (Sole Proprietorship)
Mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Mendapatkan semua profit. 
  2. Kemudahan formasi. 
  3. Kontrol penuh. 
  4. Pajak lebih rendah.
Selain memiliki kelebihan, Kepemilikan Perseroan memiliki kekurangan,  diantaranya:
  1. Menanggung semua kerugian. 
  2. Kewajiban tidak terbatas. 
  3. Keterbatasan keuangan. 
  4. Keterbatasan skill.
Kepemilikan persekutuan (Partnerships)
Mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Pendanaan. 
  2. Kerugian dibagi. 
  3. Spesialisasi.
Selain memiliki kelebihan, Kepemilikan Persekutuan memiliki kekurangan, diantaranya:
  1. Kontrol dibagi. 
  2. Hutang tidak terbatas. 
  3. Keuntungan dibagi.
Jenis-jenis Persekutuan:
  • Sekutu Umum (General Partnership)
  1. Sekutu kerja menjalankan bisnis sehari-hari.
  2. Sekutu kerja mempunyai tanggungjawab tanpa batas.
  • Sekutu komanditer (Limited Partnership)
  1. Sekutu komanditer hanya menanam modal dalam bisnis.
  2. Sekutu komanditer adalah hanya dapat dikenakan kewajiban sampai kepada jumlah yang mereka menginvestasikan.
Kharateristik sebuah Perseroan
  • Piagam Perseroan.(Corporate charter.)
  1. Penetapan anggaran rumah tangga (Establishment of bylaws). 
  2. Pemegang saham (Stockholders). 
  3. Dewan direktur (Board of directors).
Perseroan swasta vs Publik
Apabila dipegang pihak swasta:
  1. Korporasi yang secara pribadi dipegang kepemilikan terbatas ke kelompok kecil investor. 
  2. Saham tidaklah diperdagangkan didepan umum.
Apabila dipegang pihak publik:
  1. Korporasi lebih besar. 
  2. Saham diperdagangkan didepan umum. 
  3. Tindakan pada awalnya mengeluarkan saham: menawarkan saham pada Publik
Perseroan (Corporations)
Mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Keterbatasan kewajiban. 
  2. Akses dana. 
  3. Transfer kepemilikan.
Selain memiliki kelebihan, Perseroan memiliki kekuraangan yaitu:
  1. Pembiayaan lebih mahal. 
  2. Pengungkapan keuangan. 
  3. Kompleksitas problem. 
  4. Pajak lebih banyak.
Keberadaan Kepemilikan bisnis
Menggunakan metode:
  1. Mengumpamakan kepemilikan suatu bisnis keluarga 
  2. Pembelian suatu bisnis yang ada 
  3. Waralaba (Franchising)
Ada 3 jenis franchise, yaitu:
  1. Distributorship Dealer menjual produk yang dihasilkan oleh Pabrik. Example: Car dealers.
  2. Chain-Style Business Firma menggunakan nama dagang perusahaan dan mengikuti segala ketentuan. Example: McDonalds. 
  3. Manufacturing Arrangement Perusahaan Pabrik sebuah produk dengan menggunkan formula dari perusahaan lain. Example: Microsoft.
Franchising(waralaba)
Mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:
  1. Gaya Manajemen yang teruji/terbukti 
  2. Pengakuan Nama. 
  3. Dukungan keuangan.
Selain memiliki kelebihan, juga memiliki kerugian, diantaranya:
  1. Keuntungan dibagi. 
  2. Menurunnya Kontrol.
Pengukuran capaian perusahaan
Pengukuran:
  1. Return on Investment (ROI). 
  2. Risk of Investment.
Pengukuran capaian perusahaan
  • Return on Investement(ROI)
  1. Nilai uang sebuah keuntungan setelah pajak sebuah perusahaan. 
  2. Metoda yang lebih disukai untuk mengukur profitabilitas
Return on Equity= Earnings after tax Equity

Pengukuran capaian perusahaan & Risiko

  • Risiko: Derajat ketidakpastian tentang keuntungan masa depan sebuah firma
Resiko dapat meliputi:
  1. Ketidak pastian penghasilan masa depan. 
  2. Ketidak pastian biaya masa depan.




Tidak ada komentar: